Wednesday, 1 February 2012


Pangeran sekar begitu marahnya karena merasa haknya dirampas oleh waliyul amri yang memberikan tahta sultan demak bintoro ke tangan Trenggono, adik lelakinya beda ibu. Ia merasa dialah yang lebih tepat menjabat sultan karena dia lebih tua. Sesungguhnya dia sudah merasa dilangkahi ketika waliyul amri memilih pati unus, adik lelakinya, sebagai sultan demak menggantikan ayahanda Raden Fatah. Memang di kesultanan demak bintoro tidak berlaku konvensi lama yang mengakar di kerajaan-kerajaan nusantara dimana seorang anak lelaki tertua secara otomatis menjadi putera mahkota yang kemudian diproyeksikan sebagai pengganti kedudukan raja kalau sang raja lengser. Kesultanan demak dengan tatanannya sendiri memiliki kaidah bahwa segala keputusan penting pada kesultanan harus mendapat restu atau dimusyawarahkan dulu dalam rapat waliyul amri. Waliyul amri sendiri adalah sekelompok ulama sebagai penasihat raja dan sebagai tempat meminta pertimbangan bagi raja dalam memutuskan perkara atau kebijakan. Waliyul amri juga memegang peran sebagai penyebar dakwah islam di tanah jawa. Dengan adanya waliyul amri ini, kedudukan raja atau sultan di kerajaan demak tidak sesakral, sehebat, sekuat raja-raja kerajaan nusantara era sebelumnya seperti sriwijaya dan majapahit. Raja bukan sebagai pengejawantahan Tuhan di muka bumi. Akan tetapi kekuasaannya dibatasi dan terkendali oleh Waliyul Amri.
Dengan demikian, tidak aneh jika pengganti Raden Fatah adalah justeru anak bungsu: Pati Unus bukan pangeran sekar atau trenggono. Dengan terpilihnya Pati Unus, sebenarnya pangeran sekar sudah merasa haknya dirampas. Karena ia masih beranggapan dan masih terpatri dalam jiwanya bahwa pengganti raja adalah anak laki-laki tertua. Ia bisa menerima keputusan waliyul amri itu setelah menerima penjelasan tentang alasan mereka mengangkat pati unus.
Pati unus memerintah demak hanya dalam waktu kurang lebih tiga tahun. Waktu yang relatif pendek untuk mengurus sebuah pemerintahan besar seperti demak. Mangkatnya pati unus ini diikuti musyarawah waliyul amri untuk menentukan penggantinya. Pangeran sekar dengan PD dan yakin dirinya yang terpilih menggantikan adiknya sebagai sultan demak. Akan tetapi yang diputuskan waliyul amri tidak demikian. Waliyul Amri mengangkat Trenggono sebagai sultan demak pengganti Pati Unus. Sontak, marahlah Pangeran Sekar dengan keputusan Waliyul Amri ini. Dia merasa sudah bersabar selama tiga tahun untuk mendapatkan haknya ternyata tidak membuahkan hasil. Pangeran sekar merasa dihianati, dianaktirikan, dizalimi waliyul amri. Berbagai upaya dilakukan Bupati Jipang Panolang ini untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Demak, khususnya waliyul amri. Pangeran sekar berhasil mencuri Keris Brongot Setan Kober yang merupakan keris pusaka keraton yang digunakan untuk upacara pelantikan Trenggono menjadi Sultan Demak.
Dengan keris pusaka itu Pangeran Sekar marah-marah di pendopo Kesultanan Demak menuntut hak yang dirasanya dirampas oleh pemerintah Demak.Untunglah tidak sampai terjadi kekisruhan yang begitu berbahaya dari peristiwa itu.

Sunan Kudus, sebagai guru Pangeran Sekar, yang merupakan pemimpin waliyul amri berhasil meredam amarah Pangeran Sekar. Sunan Kudus berhasil membujuk Pangeran Sekar untuk tidak berbuat nekat. Keris Brongot Setan Kober berhasil diminta dan disimpan di Panti Kudus, sehingga tidak disalahgunakan oleh Pangeran Sekar.
Keris yang tersimpan di Panti Kudus dicuri oleh Bagus Mukmin (Prawoto) dan kemudian digunakan untuk menghabisi Pangeran Sekar di Kali Tuntang. Prawoto berpikir bahwa pembuat onar dan kekisruhan harus dimusnahkan. Pangeran Sekar dianggapnya akan mengkudeta pemerintahan ayahnya.
Wafatnya Pangeran Sekar ini meninggalkan empat orang istri yang masing-masing mengandung anaknya. Dari masing-masing istri inilah kemudian lahir Penangsang, Mataram, Panuntun, dan Panuntas. Penangsang dilahirkan dari istri Pangeran Sekar dari anak Bupati Jipang Panolang. Dengan demikian, kelak Penangsanglah yang menggantikan ayahandanya menjadi Bupati Jipang Panolang yang wilayahnya terluas diantara kabupaten-kabupaten lain di Demak.
(to be continued)

Monday, 30 January 2012

Rasul Ulul Azmi merupakan gelar yang diberikan Allah SWT kepada para rasul yang mempunyai kesabaran luar biasa dalam membimbing, membina, dan mengajak kaumnya untuk taat kepada Allah SWT walupun cobaan dan rintangannya begitu besar. Dengan demikian disamping mempunyai 4 sifat wajib di atas, para rasul yang mendapat gelar ulul azmi juga mempunyai tingkat kesabaran, kegigihan, dan keuletan yang luar biasa. Adapun Firman Allah SWT dalam QS Al Ahqaf ayat 35:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar.
Para rasul yang mendapat gelar ulul azmi tersebut adalah :
o Nabi Nuh a.s.
o Nabi Ibrahim a.s.
o Nabi Musa a.s.
o Nabi Isa a.s.
o Nabi Muhammad s.a.w
Para rasul Ulul Azmi tersebut dikaruniai mukjizat sebagai tanda kerasulannya serta sebagai wujud pertolongan Allah atas perjuangannya. Mukjizat adalah keadaan atau keajaiban yang luar biasa yang dialammi atau dilakukan oelh para nabi dan rasul atas izin Allah. Akan tetapi mukjizat ini tidak bisa dikendalikan oleh Rasul itu. Mukjizat itu Benar-benar pertolongan dan atas izin Allah, tidak bisa dipelajari. Sebagai contoh Nabi Musa yang memiliki mukjizat tongkat yang dapat membelah lautan. Nabi Musa tidak serta merta setiap saat kalau memukulkan tongkatnya ke laut lantas laut akan terbelah. Kejadian Musa memukulkan tongkatnya ke laut lantas laut terbelah dan bisa dilewati itu hanya ketika diperintahkan Allah untuk memukulkan tongkat itu kelaut saat dikejar-kejar oleh bala tentara Firaun. Sehingga sangat salah kalau orang pada zaman ini kemudian mempelajari mukjizat Allah. Itu jelas penyimpangan dan kesyirikan yang fatal.

Friday, 13 January 2012



A. Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Kata Rasul berasal dari رَسُوْلٌ yang artinya utusan. Rasul Allah adalah berarti utusan Allah swt. Iman kepada Rasul Allah artinya mempercayai bahwa rasul Allah itu adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran dari Allah yang berupa wahyu kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup utnuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَّفِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ
Artinya:
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Q. S. Ali Imran: 164)

Bagi setiap muslim wajib mengimani rasul-rasul Allah. Apabila seseorang tidak mengimani adanya Rasul Allah maka iman seseorang itu tidak sempurna. Para rasul itu manusia pilihan Allah, berkualitas tinggi serta berakhlak mulia. Dia diberi wahyu oleh Allah untuk disampaikan kepada umat manusia. Sebagai penuntun jalan yang benar untuk mencapai jalan kebenaran untuk hidup di dunia maupun di akhirat. Sebagai wujud keimanan kepada para rasul adalah mengimani, mengikuti, mematuhim, dan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya.
Islam tidak membeda-bedakan rasul-rasul Allah. Kita wajib percaya kepada rasul-rasul Allah tenap membeda-bedakannya karena para Rasul itu memiliki kedudukan yang sama yaitu mengajarkan ketauhidan terhadap Allah swt. sebagaimana Firman Allah dalam Al Quran:
… كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ…
Artinya:
Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, (Mereka mengatakan, kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya. (Al Quran Surat Al Baqarah: 285)
B. Para Rasul dan Sifat-sifatnya
Seluruh rasul yang diutus oleh Allah SWT harus diimani oleh umat Islam. Jadi, umat Islam tidak hanya diperintahkan untuk beriman (meyakini) bahwa utusan Allah SWT hanya Nabi Muhammad s.a.w. saja, namun harus meyakini seluruh rasul yang jumlahnya sebanyak 25 rasul.
Rasul-rasul tersebut memiliki sifat yang sangat terpuji dan terhindar dari sifat-sifat tercela. sIfat-sifat terpuji bagi para Rasul Allah disebut sifat wajib Rasul, sedangkan sifat-sifat tercela disebut mustahil ada pada diri para Rasul.
Sifat wajib rasul itu adalah:
1 Siddiq (selalu benar)
2 Amanah (selalu dapat dipercaya)
3 Tablig (selalu menyampaikan wahyu)
4 Fathonah (cerdas)
Para rasul pada intinya adalah bertugas untuk menyampaikan amanah dari Allah untuk menegakkan kebenaran dan menjauhkan manusia dari kebodohan dan kesesatan. Secara rinci tentang fungsi para rasul ini dijelaskan dalam Al Quran berikut ini.
1. Menyerukan kepada tiap umat agar menyembah hanya kepada Allah. (Q. S. Al Nahl: 36)
2. Memberi peringatan yang jelas (Q. S. Al Ahqaf: 9)
3. Menyuruh menyembah kepada Allah agar menjadi takwa (Q. S. Al Mukminun: 32)
4. Membawa berita gemira dan peringatan (Q. S. Al Fath: 8)
5. Menganjurkan kepada manusia agar beriman (Q. S. Ali Imran: 78 - 80)
6. Membacakan ayat-ayat Allah sebelum diturunkan azabnya (Q. S. Al Qashas: 59)
7. Menjelaskan agama dengan terang dan jelas (Q. S. Ibrahim: 4)
8. menceritakan ayat-ayat Allah (Q. S. Al A’raf: 35)
C. Rasul Ulul Azmi
Rasul Ulul Azmi merupakan gelar yang diberikan Allah SWT kepada para rasul yang mempunyai kesabaran luar biasa dalam membimbing, membina, dan mengajak kaumnya untuk taat kepada Allah SWT walupun cobaan dan rintangannya begitu besar. Dengan demikian disamping mempunyai 4 sifat wajib di atas, para rasul yang mendapat gelar ulul azmi juga mempunyai tingkat kesabaran, kegigihan, dan keuletan yang luar biasa. Adapun Firman Allah SWT dalam QS Al Ahqaf ayat 35:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ
Artinya:
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar.
Para rasul yang mendapat gelar ulul azmi tersebut adalah :
o Nabi Nuh a.s.
o Nabi Ibrahim a.s.
o Nabi Musa a.s.
o Nabi Isa a.s.
o Nabi Muhammad s.a.w
Para rasul Ulul Azmi tersebut dikaruniai mukjizat sebagai tanda kerasulannya serta sebagai wujud pertolongan Allah atas perjuangannya. Mukjizat adalah keadaan atau keajaiban yang luar biasa yang dialammi atau dilakukan oelh para nabi dan rasul atas izin Allah. Akan tetapi mukjizat ini tidak bisa dikendalikan oleh Rasul itu. Mukjizat itu Benar-benar pertolongan dan atas izin Allah, tidak bisa dipelajari. Sebagai contoh Nabi Musa yang memiliki mukjizat tongkat yang dapat membelah lautan. Nabi Musa tidak serta merta setiap saat kalau memukulkan tongkatnya ke laut lantas laut akan terbelah. Kejadian Musa memukulkan tongkatnya ke laut lantas laut terbelah dan bisa dilewati itu hanya ketika diperintahkan Allah untuk memukulkan tongkat itu kelaut saat dikejar-kejar oleh bala tentara Firaun. Sehingga sangat salah kalau orang pada zaman ini kemudian mempelajari mukjizat Allah. Itu jelas penyimpangan dan kesyirikan yang fatal.
D. Beriman kepada Rasul Allah
Iman itu bukan hanya pengakuan di dalam hati. Akan tetapi juga membenarkan dengan lisan dan diwujudkan pula dengan amal perbuatan. Kalau kita sudah mengklaim bahwa kita seorang yang beriman kepada rasul, maka perkataan dan perbuatan kita pun juga harus mencerminkan keimanan kepada Rasul Allah swt. Salah satu bukti bahwa kita beriman kepada rasul adalah dengan:
1. Bertakwa dan bertauhid kepada Allah dengan keimanan yang kokoh
Kalau seseorang beriman kepada Rasul, maka ia pasti dia seorang yang beriman dengan keimanan yang kokoh. Karena setiap rasul mengajarkan ketauhidan, menyembah hanya kepada Allah dengan ketakwaan yang tinggi.
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللهَ مَالَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُونَ
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Ilah selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)? (Al Quran Surat Al Mukminun: 32)
2. Taat beribadah kepada Allah swt.
Orang yang beriman kepada Rasul Allah semestinya ia adalah seorang ahli ibadah. Karena memang manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Adz Zariat: 56.
وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُونِ
Artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah pada-Ku.
3. Meneladani dalam kehidupan sehari-hari.
Para nabi dan rasul adalah orang-orang mulia pilihan Allah yang memiliki akhlak yang agung. Akhlak yang agung itu patut kita teladani dalam kehidupan kita sehari-hari. Contohnya kegigihan Nabi Nuh, keberanian Nabi Ibrahim, kesabaran Nabi Ayub, ketundukan Nabi Ismail, keuletan, kepahlawanan, kesabaran Nabi Muhammad saw, dan sebagainya harus kita teladani dalam kehidupan kita sehari-hari.
4. Mengikuti dan mematuhi serta melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya
Sangat tidak patut bagi seorang yang mengaku beriman kepada rasul tapi perbuatannya bertentangan dengan yang diajarkan oleh rasul. Sebagaimana firman Allah:
…. وَمَآءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah dia dan apa yang dilarang bagimu, maka tinggalkanlah. (Al Quran Surat Al Hasyr: 7)
5. Menghindarkan diri dari ajaran atau paham sesat terkait nabi dan rasul
Sejak wafatnya Rasulullah telah muncul paham dan aliran sesat mengenai nabi dan rasul. Terhadap ajaran dan paham yang menyimpang seperti ini kita harus menghindarinya. Kepercayaan kita akan adanya nabi atau rasul baru setelah wafatnya Rasululllah Muhammad saw penutup para nabi dan rasul, itu akan membawa pada kekafiran.
Contoh paham atau aliran sesat berkaitan dengan nabi dan rasul adalah:
1. Lia Eden di Banten, yang mengaku titisan jibril.
2. Ahmad Musadeq di Bogor yang mengaku mendapat wahyu di Gunung Salak.
3. Isa Bugis yang membawa syariat baru di Sulawesi
4. Ahmadiyah, yang meyakini Nabi Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru dengan kitab Tadzkirah.
E. Hikmah Beriman kepada Rasul Allah
Beriman kepada rasul Allah mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan kita. Beberapa fungsi beriman kepada rasul Allah, antara lain:
1. Mendapat rahmat Allah
2. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya.
3. Mengajarkan kepada manusia agar dalam hidup dapat selamat dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat
4. Memberikan petunjuk dan suri teladan sehingga akan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memberi bimbingan kepada manusia agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt.
6. Kita dapat membedakan antara yang benar dan yang salah (buruk).
7. Sebagai prioritas untuk mencapai kebenaran yang hakiki karena mendapat petunjuk dari Allah dan menjadi tahu tentang hakikat dirinya sendiri. Sehingga akan bertambah iman kepada Allah dan juga kepada Rasul Allah.
8. Kita mengetahui adanya kehidupan sesudah mati


Pracimantoro,
Haryo Songosongo menunggu rindu
Januari 2012

Saturday, 31 December 2011


A. Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Iman artinya percaya. Hari akhir artinya hari berakhirnya seluruh kehidupan di alam dunia dan dilanjutkan dengan kehidupan akhirat. Jadi iman kepada hari akhir adalah percaya atau meyakini dengan sepenuh hati bahwa suatu saat alam dunia ini musnah dan akan adanya kehidupan akhirat yang kekal. Hal itu berdasarkan surat At Thaha: 15 berikut ini.
إِنَّ السَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى
Artinya:
“Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, Aku merahasiakan waktunya supaya tiap- tiap diri itu dibalas dengan apa yang diusahakannya.”

Di kehidupan yang kekal itu, manusia akan mendapatkan balasan dari apa yang telah ia kerjakan di dunia. Bagi yang banyak melakukan kebaikan dari pada keburukan saat di dunia maka balasannya adalah kenikmatan hidup di akhirat. Sedangkan yang banyak melakukan keburukan adalah siksaan yang kekal di kehidupan akhirat. Oleh karena itu, selam di dunia manusia hendaknya mencari bekal yang sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat. Sebenarnya Allah itu begitu pemurah dalam memberikan imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan manusia. Sangat merugi kalau orang itu hanya sedikit timbangan kebaikannya.
مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلاَيُجْزَى إِلاَّمثِلْهَاَ وَهُمْ لاَيُظْلَمُونَ
Artinya:
"Barang siapa yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatahannya, sedang mereka sedikitpun tidak di aniaya (dirugikan)." (QS. AI-An'aam: 160)
Seseorang yang beriman terhadap hari akhir akan tercermin dalam kehidupan sehari-harinya bahwa ia selalu memerhatikan betul apakah perbuatannya itu berupa kebaikan atau keburukan. Sehingga ia tidak berbuat kecuali yang baik dan selalu menghindari yang buruk. Orang yang beriman terhadap hari akhir tahu betul bahwa dunia ini hanya sebagai ladang tempat untuk menanam sebanyak mungkin kebaikan. Kelak kehidupan akhirat akan memetik hasilnya.
Pada umumnya istilah kiamat ada dua yaitu kiamat sughra dan kiamat kubra. Kiamat sughra adalah berakhirnya kehidupan pada sebagian makhluk di muka bumi ini. Contohnya adalah matinya seseorang, matinya sekelompok orang karena bencana, dll. Sedangkan kiamat kubra adalah berakhirnya seluruh kehidupan di alam semesta ini.

B. Dalil Naqli Iman Kepda Hari Akhir

وَأَنَّ السَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لاَّرَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
Artinya:
“Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur” (QS Al-Hajj: 7)


إِذَا زُلْزِلَتِ الأَْرْضُ زِلْزَالَهَا {1} وَأَ خْرَجَتِ الأَْرْضُ أَثْقَالَهَا {2} وَقَالَ الإِْنْسَانُ مَالَهَا {3} يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا {4} بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا {5} يَوْ مَئِذٍ يَصْدُرُالنَّاسُ أَشْتَا تًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ {6}
Artinya:
1. Apabila bumi di guncang dengan guncangannya (yang dahsyat).
2. Dan bumi mengeluarkan beban-beban yang berat (yang dikandung)nya.
3. Dan manusia bertanya : "Mengapa bumi (jadi begini ?)"
4. Pada hari itu bumi menceritakan ceritanya.
5. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka (Surat Al Zalzalah: 1 – 6)

اَلْقَارِعَةُ {1} مَاالْقَارِعَةُ {2} وَمَاأَدْرَاكَ مَاالْقَارِعَةُ {3} يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ {4} وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ {5
Artinya:
1. Hari kiamat.
2. Apakah hari kiamat itu ?
3. Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
4. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran.
5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan


ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ {15} ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ {16}
“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati(15). Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.(16)” (QS. Al Mukminun:15-16)
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَآءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ {104}
“Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al Anbiyaa’:104)

C. Tanda-tanda Akan Datangya Hari Akhir
Diriwayatkan dari Huzaifah bin Usaid al-Ghifari ra. berkata: Nabi Muhammad, pernah menghampiri kami, sedangkan kami sedang membicarakan masalah tanda-tanda kiamat. Lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian sedang bicarakan?" Para sahabat menJawab: "Kami sedang memikirkan masalah hari kiamat." Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya hari kiamat itu tidak akan terjadi hingga kalian mendapatkan sepuluh tanda-tandanya" Kemudian Rasulullah menyebutkan tanda kiamat satu per satu, "Datangnya asap, Dajal, binatang-binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam , munculnya Yakjuj dan Makjuj; terjadinya tiga kali gerhana, gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di dataran Jazirah Arab, dan yang terakhir adalah munculnya api dari Yaman yang rnenggiring manusia."
Dajal adalah manusia yang akan memengaruhi orang beriman menjadi kafir. Di akhir zaman nanti banyak sekali kaum muslim yang tertipu dan akhirnya mereka tidak bisa disebut muslim/mukmin lagi karena telah kafir. Dajal ini bekerjanya sangat cerdik, bahkan hamper-hampir tidak terasa. Karena memang Dajal itu diberi kelebihan-kelebihan disbanding manusia biasa. Untuk menguji manusia yang benar-benar beriman dan yang munafik. Untuk menghindarkan diri dari fitnah(keburukan yang diakibatkan) dajal ini kita dicontohkan untuk berdoa:
اَللهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَدَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ شَرِّ الْغِنَى وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال اللهُمَّ اغْسِلْ عَنِّى خطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقِّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَبَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
D. Perjalanan Manusia Hingga Kehidupan di Akhirat
Perjalanan seorang manusia diawali dari ditiupkannya ruh pada janin yang dikandung seorang ibu. Janin itu kemudian dilahirkan ke dunia setelah berada di alam kandungan kurang lebih selama sembilan bulan. Manusia dilahirkan dan hidup di dunia ini dengan bermacam-macam usia. Ada yang hidup di dunia hanya semenit, sejam, sehari, seminggu, bulan, tahun, dan ada pula yang sampai tua renta. Kemudian manusia akan mati. Ketika mati, manusia akan berada di alam barzah atau alam kubur. Alam barzah disebut juga sebagai alam penantian karena di alam inilah semua manusia berada setelah meninggalkan kehidupan dunia. Hingga kemudian tibalah saatnya hari kiamat terjadi.
Hari kiamat terjadi dengan berbagai peristiwa. Diawali dengan peniupan sangkakala oleh malaikat israfil. Tiupan yang pertama ini diikuti proses hancurnya alam semesta karena badai, gunung meletus, tsunami, banjir, dan lain-lain. Peristiwa dahsyat ini mengakibatkan matinya semua makhluk hidup.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَن شَآءَ اللهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ ِقيَامُُ يَنظُرُونَ
Artinya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

Setelah itu akan terjadi peristiwa-peristiwa berikut ini.
1. Yaumul Baats
Malaikat israfil meniup sangkakala untuk yang kedua kalinya. Maka semua manusia yang pernah hidup sejak nabi Adam hingga manusia yang mati pada hari kiamat kubra akan dihidupkan/dibangkitkan kembali oleh Allah swt. Mereka dalam keadaan yang bermacam-macam, sesuai dengan amal perbuatannya pada waktu di dunia. Firman Allah swt.:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ اْلأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
Artinya:
Dan ditiupkanlah sangkakala (kedua kalinya) maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Q.S. yaasin:51)
2. Yaumul Mahsyar
Setelah semua dibangkitkan/dihidupkan lagi oleh Allah, kemudian mereka digiring ke sebuah padang yang luas (padang mahsyar). Di padang mahsyar ini semua manusia sejak Nabi Adam sampai manusia akhir zaman yang mati karena peristiwa dahsyat kiamat kubra dikumpulkan jadi satu. Keadaannya sangat panas kalau siang dan sangat dingin lagi gelap gulita kalau malam. Keadaan ini sungguh sangat menyiksa dan membuat kepayahan semua manusia. Dikumpulkannhya semua manusia di padang mahsyar ini berlangsung ribuan tahun. Mereka menunggu giliran untuk dipanggil satu per satu untuk diadili.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَلَ: قَلَ رَسُلُ اللهِ ص. م. : يُحْشَرُالنَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَعَفْرَاءَ عَفْرَاءَكَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيْهَاعَلَمٌ لِأَحَدٍ
Artinya:
Diriwayatkan daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Pada Hari Kiamat manusia dikumpulkan di tanah putih bersih seperti roti yang lembut, tidak ada apa-apa untuk seseorang itu berlindung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Yaumul Hisab & Mizan
Arti kata mizan adalah timbangan, sedangkan hisab artinya perhitungan. Ketika sudah sampai pada gilirannya untuk diadili, maka seseorang itu dipanggil dan ditimbanglah anatara amal baik dan buruknya.
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَاحَاسِبِينَ

Artinya:
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiya’ : 47)

Setelah ditimbang kemudian dihisab satu persatu perbuatannya selama hidup di dunia. Pengadilan dari Yang Maha Adil ini kemudian akan diketahui hasilnya apakah seseorang itu lebih banyak kebaikan atau keburukannya. Manusia yang banyak amal kebaikannya maka ia akan menerima hasil perhitungan ini dengan tangan kanannya. Sedangkan manusia yang banyak keburukannya maka ia diterimakan hasil perhitungan itu dengan tangan kirinya.
4. Surga dan Neraka
Manusia yang menerima hasil pengadilan dengan tangan kanannya maka ia akan dimasukkan Allah swt ke surga. Sedangkan yang menerima hasil pengadilan dengan tangan kirinya maka ia akan dimasukkan Allah swt ke neraka. Di neraka atau surga ini manusia mendapatkan balasan atas setiap tindakannya selama di dunia.
فَأَمَّامَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ {6} فَهُوَ فِي عِيْشَتٍ رَّاضِيَةٍ
} وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ {8} فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
Artinya:
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (QS. Al Qari’ah : 6-9)

Manusia yang semasa hidupnya di dunia melakukan banyak ketaatan dan perbuatan baik maka akan mendapatkan banyak kenikmatan. Sebagaimana yang diterangkan Allah swt dalam firman-Nya:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ {7}
Artinya:
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (QS. Az Zalzalah : 7)

Di dalam ayat yang lain Allah menerangkan tentang penghuni surga yaitu sebagai berikut.
فَالْيَوْمَ لاَتُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلاَتُجْزَوْنَ إِلاَّ مَاكُنتُمْ تَعْمَلُونَ {54} إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ {55} هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلاَلٍ عَلَى اْلأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ {56} لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّايَدَّعُونَ {57} سَلاَمٌ قَوْلاً مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ
Artinya:
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS. Yaasiin: 55-58)
Balasan surga bagi mereka yang beriman dan berbuat keshalihan. Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut:
a. Surga ‘Adn (lihat Q.S. ar-Ra’d (13) : 22-24)
b. Surga Na’îm (lihat Q.S.al-Waqi’ah (56) : 12)
c. Surga Ma’wa (lihat Q.S.as-Sajdah (32) : 19 )
d. Surga Firdaus (lihat Q.S.al-Kahfi (18) : 107)
e. Dãrus-Salãm (lihat Q.S.al-An’am (6) : 127)
f. Surga Dãrul Khulud (lihat Q.S.al-Qaf (50) : 34)
g. Dãrul Muqomah (lihat Q.S.al-Fatir (35) : 35)
h. Maqam Amîn ((lihat Q.S.ad-Dukhan (44) : 51)

Sedangkan manusia yang semasa hidupnya di dunia tidak beriman dan berbuat buruk maka akan mendapatkan kehidupan akhirat yang mengerikan. Sebagaimana yang diterangkan Allah swt dalam firman-Nya:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شّرًّا يَرَهُ {8}.
Artinya:
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat (balasan) nya pula. (Al Zalzalah: 8)
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ {6} لاَيُسْمِنُ وَلاَيُغْنِي مِن جُوعٍ {7}
Artinya:
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (QS Al Ghosiyah : 6-7)
Neraka disediakan bagi mereka yang tidak beriman dan tidak mau beribadah kepada Allah swt. Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
a. Neraka Jahîm (lihat Q.S. al-Infiëar ayat 14 -16)
b. Neraka Jahannam (lihat Q.S. at-Takasur ayat 6)
c. Neraka Hawiyah (lihat Q.S. al-Qari’ah ayat 8-10)
d. Neraka Hutamah (lihat Q.S. al-Humazah ayat 1-9)
e. Neraka Saqar (lihat Q.S. al-Mudatsir ayat 26-54)
f. Neraka Sa’îr (lihat Q.S. al-Mulk ayat 7-11)
g. Neraka Laìa (lihat Q.S. al-Lail ayat 12-16)

E. Fungsi Beriman kepada Hari Akhir
Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat yang kekal. Sedangkan kehidupan di dunia hanyalah sementara. Kehidupan di dunia ibarat tempat untuk menanam sedangkan hasilnya akan dipetik di akhirat kelak. Dengan beriman kepada hari akhir, seseorang akan:
1. Berhati-hati dan penuh perhitungan dalam berbicara, bersikap dan berbuat.
2. Bersikap optimis, dan percaya diri untuk berbuat amal shaleh. Karena kita yakin bahwa perbuatan yang baik akan dibalas dengan surga dan amal yang buruk akan dibalas dengan neraka. (beramal dan bekerja seolah- olah kita hidup selamanya dan beribadah seolah- olah kita akan mati besok)
3. Disiplin, penuh perhitungan dan tidak menyian-nyiakan waktu.
4. Berusaha maksimal mematuhi ajaran agama
5. Berpandangan optimis akan adanya balasan kebaikan dari Allah
6. Menyadarkan manusia dari sifat lupa diri terhadap kesenangan dunia
7. Menumbuhkan rasa sosial dalam kehidupan di masyarakat.

Wonogiri, 31 Desember 2011
Dwi Wahyudi
Di penghujung tahun 2011, kutuliskan ...



Friday, 23 December 2011

Masjid Al Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam. Jadi, sebelum umat Islam yang sampai saat ini berkiblat ke Kakbah di Masjidil Haram, dahulu kala ketika shalat menghadapnya ke Masjidil Aqsha di Palestina. Hingga kemudian turun ayat yang menyuruh umat Islam berkiblat ke Kakbah di kota Mekah. Peristiwa ini terjadi tatkala Nabi Muhammad saw shalat di Masjid Quba. Di tengah-tengah shalat, Nabi mendapatkan wahyu untuk mengubah arah kiblat ke Kakbah di Masjidil Haram. Seketika itu pula, saat Nabi dan sahabat shalat, Nabi dan dan sahabat langsung balik arah. Sehingga bisa dikatakan Masjid Al Aqsha ini sangat bersejarah bagi umat Islam.
Namun, saat-saat ini masjidil Aqsha selalu akan dihancurkan oleh kaum Yahudi. Mereka ingin membangun Kuil Sulaiman atau Solomon Temple tepat di atas tanah yang kini berdiri Masjidil Aqsha. Upaya terus dilakukan kaum Yahudi untuk mendirikan Solomon Temple itu. Namun bagi mereka tentu tidak mungkin untuk serta merta menghancurkan Masjidil Aqsha kemudian membangun begitu saja Solomon Temple di atasnya. Karena mereka tahu jumlah umat muslim di dunia saat ini populasinya sangat besar. Dan kalau mereka menghancurkan begitu saja terhadap Masjidil Aqsha tentu akan membuat kaum muslim marah.
Upaya demi upaya terus mereka lakukan untuk secara halus memuluskan keinginan mereka. Di antaranya terus memperluas negara Israel dengan mengklaim dan menjajah negara Palestina. Sehingga Masjidil Aqsha akan berada di wilayah negara Israel dan mereka dengan enak menghancurkan Al Aqsha dan membangun solomon temple di atas reruntuhannya.
Upaya yang lain adalah dengan mengaburkan keberadaan Masjidil Aqsha itu sendiri. Masjidil Aqsha adalah masjid dengna kubah ungu. Akan tetapi kaum Yahudi terus mengampanyekan, menunjukkan melalui media mereka, mengelabuhi kaum muslim dengan gambar-gambar yang menunjukkan seolah masjidil Aqsha adalah masjid dengan kubah emas. Padahal Masjid dengan kubah emas itu sejatinya bukan masjid Al Aqsha. Masjid dengan kubah emas itu adalah masjid kubah as shakhrah.Masjid yang dibangun Khalifah Umar.
Pengaburan ini bisa dikatakan sangat efektif. Terbukti betapa banyak umat muslim yang terkecoh. Mereka menganggap masjidil Aqsha itu adalah masjid dengan kubah emas itu. Kalau demikian, dan suatu saat nanti ketika umat muslim benar-benar terjebak pada kesalahan pemahaman ini, maka dengan mudah mereka akan menghancurkan Al Aqsha tanpa sedikitpun menimbulkan gejolah di kalangan kaum muslim. Berikut ini adalah gambar-gambar yang seringkali dikecohkan itu.
----------------------------------------------------------------------------------------

Gambar di atas adalah gambar Masjid Al Aqsha

Bahkan ketika anda mengetikkan kata kunci "Masjid Al Aqsha" di mesin pencari semisal GOOGLE maka akan banyak sekali ditampilkan masjid kubah emas. Artikel-artikel tentang Masjid Al Aqsha seringkali juga menggunakan gambar Masjid Kubah Emas ini. Sehingga banyak umat muslim menganggap bahwa Masjid Kubah Emas itu adalah Masjid Al Aqsha.
Berikut ini adalah gambar Masjid Kubah Emas/Masjid Kubah As Sakhrah.


Friday, 25 November 2011


Kejenuhan seringkali menghinggapi kita dalam menjalankan aktivitas. Apalagi kalau kita tak melakukan inovasi, penyegaran, atau hanya monoton dalam menjalankan rutinitas. Begitu pula bagi para pendidik. Seringkali para guru mengalami kejenuhan dalam memberikan materi pelajaran terhadap para peserta didik. Bukan hanya guru, terlebih lagi bagi para peserta didik. Mereka lebih jenuh lagi dalam menerima pembelajaran kalau pembelajaran yang dilakukan bapak ibu guru mereka tanpa ada inovasi atau monoton.
Untuk mengatasi kejenuhan siswa tersebut, sebaiknya para guru melakukan inovasi dalam pembelajaran. Tidak hanya metode ceramah yang digunakan untuk KBM. Sesungguhnya metode pembelajaran yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sangat memungkinkan mengambil inspirasi dari manapun. Bisa saja mengambil inspirasi dari permainan anak-anak yang dijumpai dalam keseharian, pengamatan terhadap alam, atau yang sedang hangat di kalangan para siswa.
Metode pembelajaran yang saya lakukan ini saya namai metode pembelajaran ala facebook. Karena memang saya terinspirasi dari jejaring sosial di dunia maya yaitu facebook. Facebook akhir-akhir ini sedang hangat dan sedang disenangi hampir di semua generasi. Termasuk para siswa.
Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut.
  1. Semua siswa menelaah materi atau melakukan pengkajian terhadap suatu materi tertentu.
  2. Setelah siswa menelaah materi, kemudian saya perintahkan kepada semua siswa untuk menuliskan segala hal mengenai materi itu dalam buku tulisnya. Tulisan tersebut bisa berupa hal yang menarik bagi siswa, hal yang baru bagi siswa, kritikan terhadap suatu tulisan di buku/materi yang ditelaah, tanggapan terhadap suatu tulisan di buku/materi yang ditelaah, atau bertanya tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan materi tersebut. Tidak lupa para siswa menuliskan identitas pada tulisan mereka.
  3. Tahap selanjutnya adalah memutar tulisan dari setiap siswa tersebut sehingga tulisan setiap siswa diberi komentar oleh semua siswa di kelas itu secara berurutan. Komentar tersebut bisa berupa jawaban, sanggahan, kritik, penguatan, atau koreksi terhadap tulisan teman yang diterimanya.
  4. Jika semua siswa di kelas itu sudah saling memberikan komentarnya pada masing-masing siswa, maka tulisan yang sudah dikomentari itu dikembalikan kepada pemiliknya untuk membuat kesimpulan atau klarifikasi.
Kelebihan metode pembelajaran ala facebook ini antara lain:
  1. Setiap siswa akan membaca tulisan dengan berbagai tema dalam suatu materi sehingga akan memperluas wawasan mereka.
  2. Siswa akan terlatih untuk berpikir kritis dan menyampaikan pendapat.
  3. Siswa akan terlatih untuk berpikir lincah, karena dalam waktu yang singkat mereka harus memberikan tanggapan atau komentar dengan bermacam-macam tema.
  4. Membangun antusiasme dalam menulis.
  5. Meningkatkan kemampuan menulis dengan bahasa yang runtut dan lebih baik.
Kekurangan dari metode pembelajaran ala facebook ini, dapat Anda berikan untuk mengkritisi dan memberikan tanggapan untuk lebih menyempurnakan metode pembelajaran ini. Kami mengundan Anda untuk berpartisipasi dengan berkomentar pada kolom di bawah ini.... Maturnuwun.

Dwi Wahyudi, S.Pd.I
SMP Negeri 4 Pracimantoro
haryosongosongo.blogspot.com

Wednesday, 16 November 2011


Emak, seorang ibu tua yang tinggal bersama anaknya. Seorang anak emak itu namanya Zein. Zein adalah seorang anak yang giat beribada, baik hati serta senang membantu orang tuanya. Emak ingin sekali naik haji. Setiap ada sedikit uang, emak menabungnya di bank yang nantinya uang itu akan dipakainya untuk naik haji. Uang emak yang terkkumpul baru 5.000.000 sedangkan untuk naik haji diperkirakan butuh uang sebesar 30.000.000,-
Zein sangat sedih melihat emaknya yang sangat ingin sekali untukpergi naik haji akan tetapi uangnya belum mencukupi. Dia berusaha untuk menjal lukisan-lukisan miliknya. Suatu lhari mantan istrinya datang untukmeminta uang pada zein. Istri zein berkata bahwa anaknya sedang sakit. Awalnya zein tidak membeirikan uang kepada istrinya. Tapi istrinya mengambil sebuah lukisan yang bagus dan menjualnya. Lukisan itu dijualnya di sebuah toko. Lukisan itu laku dengan harga lebih dari 500.000 tetapi istri zein bverkata padanya bahwa lukisan itu hanya laku 200.000.
Zein yang bekerja menjadi sopir di rumah tetangganya. Ia ikut membantu berbelanja ke supermarket, dia membawakan belanjaan teangganya itu. Sambil mengumpulkan kupon gratis untuk naik haji. Sampai di rumah, zein melihat emaknya yang sedang membaca Al Quran sambil menangis karena uangnya belum cukup untuk naik haji. Saat melihat tetesan air mata emaknya Zein merasa tidak tega dan malam itu juga Zein pergi keliling menjual lukisannya. Tetapi tidak ada yang mau untukmembeli lukisannya. Zein selalu teringat saat emaknya menangis.
Pada suatu malam, Zein bergegas untuk mencuri uang milik pak haji. Saat melihat Al Quran, Zein teringat emaknya saat membaca Al Quran. Zein tidak jadi mencuri. Beberapa saat kemudian pak haji datang melihat jejak pencuri. Pak haji memanggil penjaga di rumah untuk mengejar Zein. Zein lari ketakutan dan bersembunyi di tengah kapal. Zein sangat menyesali yang dilakukannya.
Bapak Zein meninggal dunia karena tenggelam di laut. Zein semakin bergegas untuk menaikkan haji emaknya. Zein mengumpulkan kupon. Anak seorang haji tetangganya mengadakan syukuran. Karena telah hamil dan setelah di USG ternyata anak laki-laki. Suatu hari Zein mencari koran yang ada pengumuman kupon undian haji. Saat Zein mencarinya, ternyata kuponnya keluar sebagai pemenang untuk naik haji gratis. Saking bahagianyam, Zein langsung pulang sambil lari. Sampai di rumah, ia mencari emaknya. Saat dicari-cari,emaknya tidak ketemu. Saat melihat lukisan kakbah yang ada di rumahnya. Zein mendekati dan menangis melihatnya. Zein pergi mencari emaknya kembali. Saat perjalanan, Zein tertabrak mobil. Karena dia tidak hati-hati. Zein dibawa ke rumah sakit. Pada saat yang bersamaan anak Pak Haji juga melahirkan di rumah sakit yang sama. Dia melahirkan anak laki-laki. Pak haji dan keluarganya melakukan syukuran atas kelahiran cucunya. Pada saat itu juga anak pak Haji bilang kepada emak bahwa Emak dan Zein mau diajak naik haji bersama. Dan akan dibayari pak Haji. Akhirnya emak dan Zein benar-benar bisa mencapai cita-citanya untuk naik haji.
--***--
Hikmah dari Film “Emak ingin Naik Haji”
Jika kita mempunyai cita-cita hendaknya kita berusaha untuk menggapainya dan jangan menyerah untuk menyanggapainya.

Disadur dari Dwi Giyono, Kelas 9A.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!