Showing posts with label Dunia Guru. Show all posts
Showing posts with label Dunia Guru. Show all posts

Tuesday, 25 March 2014


UJIAN SEKOLAH PRAKTIK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : IX (sembilan)
Waktu : 120 Menit
Tahun Pelajaran : 2013/2014

A. Standar Kompetensi
1. Memahami Al Quran Surah Al Insyirah (Aspek Al Quran)
2. Memahami Al Quran Surah At Tiin (Aspek Al Quran)
3. Memahami Tata Cara Shalat (Aspek Fiqih)
B. Kompetensi Dasar
1. Menampilkan bacaan Surat Al Insyirah dengan tartil dan benar
2. Menyebutkan arti Surat Al Insyirah
3. Menampilkan bacaan Surat At Tiin dengan tartil dan benar
4. Menyebutkan arti Surat At Tiin
5. Mempraktikkan shalat wajib
C. Materi Pokok
1. Al Quran Surat Al Insyirah
2. Al Quran Surat At Tiin
3. Shalat Wajib
D. Indikator
1. Peserta didik mampu melafalkan Surat Al Insyirah dengan baik dan benar.
2. Peserta didik mampu menyebutkan arti Surat Al Insyirah dengan benar
3. Peserta didik mampu melafalkan Surat At Tiin dengan baik dan benar.
4. Peserta didik mampu menyebutkan arti Surat At Tiin dengan benar.
5. Peserta didik mampu mempraktikkan shalat wajib sesuai dengan sunah nabi.

Selengkapnya dapat diunduh disini

Wednesday, 17 April 2013

Ujian nasional selalu mengundang pro dan kontra di kalangan pakar pendidikan di Indonesia. Ada yang begitu getol dan terus mengampanyekan menolak. Ada pula yang ngotot untuk harus tetap dilaksanakan. Lepas dari pro dan kontra tersebut, para guru tetap harus menjalankan tugas yang diamantkan dalam sistem pendidikan nasional. Salah satunya adalah ujian nasional tetap dilaksanakan.
Pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti ujian nasional, dituntut adanya administrasi yang baik. Berikut ini adalah contoh administrasi ujian nasional tahun 2012/2013 lengkap dari SK Sekolah sampai lampiran-lampiran. Berikut ini anda bisa mengambilnya untuk dijadikan acuan.
Anda bisa mendownloadnya disini.

Thursday, 5 April 2012

Program perbaikan atau remidi adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari proses penilaian terhadap perkembangan belajar peserta didik. Di dalam Permendiknas No 20 Tahun 2007 disebutkan bahwa salah satu kegiatan penilaian oleh pendidik adalah mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Setelah hasil tes diolah dan diketahui kemajuan belajar serta kesulitan belajar bagi peserta didik, kemudian dilakukan tindak lanjut yang meliputi pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau perbaikan/remidi bagi peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM.
Program perbaikan/remidi dimaksudkan agar peserta didik tuntas menguasai materi pembelajaran dari yang tadinya belum menguasai beberapa bagian materi pembelajaran yang diketahui dari hasil tes atau ulangan harian. Program perbaikan atau remidi ini bisa dilaksanakan pada waktu di luar jam kegiatan belajar mengajar (KBM) efektif kalau di rasa perlu. Misalnya di siang/sore hari setelah jam KBM selesai atau juga bisa pada jam ke-0 (nol) atau sebelum jam KBM dimulai. Sedangkan kegiatan yang dilakukan pada saat perbaikan atau remidi juga bisa beragam: telaah materi, diskusi, penugasan atau bimbingan lebih lanjut. Lebih khusus lagi misalnya, kalau mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tentang materi "Memahami Al Quran Surat Al Insyirah", bentuk perbaikan/remidi yang bisa dilakukan adalah dengan membimbing peserta didik untuk menghafal surat tersebut.

Peserta didik mengikuti program remidi hafalan
Berikut ini salah satu format program perbaikan atau remidi untuk pelaporan yang harus dilakukan pendidik/guru.

PROGRAM PERBAIKAN/REMIDI

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 4 Pracimantoro
Kelas/Semester : IX  / II
Tahun Pelajaran : 2011/2012
Jenis Tagihan : Perbaikan Ulangan Harian I
Standar Kompetensi :  1. Memahami Al Qur’an Surat Al Insyirah.
                                   2. Memahami ajaran al-Hadits tentang kebersihan.

A. Peserta Remidi/Perbaikan
Peserta remidi adalah peserta didik yang nilai Ulangan Hariannya belum mencapai KKM.
Kelas IX A: (tidak ada yang remidi/tidak ada peserta didik yang nilainya di bawah KKM)
Kelas IX B: Anton Fedianto, Hasan Saputra, Triono
Kelas IXC: Andianto, Angga Tri Saputra

B. Jenis Kesulitan
1. Menyebutkan arti dari Al Insyirah.
2. Menyebutkan hadits kebersihan  beserta artinya.


C. Tujuan
1. Agar peserta didik mampu menyebutkan arti dari surat Al Insyirah.
2. Agar peserta didik mampu menyebutkan hadits tentang kebersihan.


D. Kegiatan
Menghafal surat Al Insyirah  beserta artinya dan hadits tentang kebersihan beserta artinya.

E. Instrumen
Tes lisan
1.  Lafalkan surat Al Insyirah beserta artinya!
2.  Lafalkan salah satu hadits tentang kebersihan beserta artinya!


Rubrik penilaian
1.  Soal nomor 1 Skor maksimal 50
2.  Soal nomor 2 Skor maksimal 50


Nilai = skor untuk nomor 1 + skor untuk nomor 2.

  • Mengetahui,                                                          Pracimantoro, 30 Januari  2012
  • Kepala SMP N 4 Pracimantoro, Guru Mata Pelajaran,



  • SUMARDI, S.Pd., M.Pd. DWI WAHYUDI, S.Pd.I
  • NIP. 19630824 198403 1 004 NIP. 19850909 200903 1 002


Saturday, 31 March 2012


Komunikasi "pemecah es" atau yang diistilahkan dengan ice breaker adalah komunikasi serupa untuk memecahkan kebekuan suasana. Sebab, ketika dua orang baru bertemu, sesungguhnya belum ada kesiapan untuk berkomunikasi secara timbal balik. Apalagi bila materi pembicaraannya berat-berat. Masing-masing masih berada dalam kondisi bawaannya. Kondisi bawaan guru saat sedang bertemu dengan siswa di pagi hari barang kali adalah yang di bawa dari keluarganya. Begitu pun siswa, ia masih membawa beban, permasalahan, atau mungkin juga suasana gembira dari rumah. Kalau antara guru dengan murid ini bertemu dengan kondisi bawaan masing-masing langsung berbincang mengenai materi inti, kemungkinan besar malah akan terjadi komunikasi tulalit alias tidak nyambung. 
Maka, ice breaker sangat berperan di sini. Menggunakan bahan komunikasi yang ringan untuk memecahkan kebekuan untuk mengawali pembicaraan adalah langkah yang tepat. Misalnya, menu sarapan pagi, kabar orang tua, atau cerita tentang kejadian yang diliihat siswa atau guru saat berangkat sekolah. Setelah itu, barulah guru memberikan perhatian pada kerapian, kedisiplinan, atau adab siswa. Tegurlah dengan tegas jika kesalahan itu memang berat. Guru tidak perlu lagi khawatir. Sebab, sebelum guru memberikan perhatian negatif, dia telah mendahuluinya dengan perhatian positif. 
Misalnya ketika melihat seorang anak tidak memasukkan pakaiannya secara rapi seorang guru menegur: "Nak, tadi pagi sudah sarapan belum?" lantas bisa dilanjutkan "Wah, enak dong. Pak guru tadi juga sudah sarapan, sama telor." Nah setelah komunikasi sudah cair, barulah menuju inti permasalahan. "Nak, biasanya kamu selalu berpakaian rapi, deh..!" Biasanya si anak akan langsung memerhatikan pakaiannya. Kalau suasana demikian, anak akan secara otomatis merapikan pakaiannya.
Perhatian positif inilah yang ternyata selalu diberikan anak kepada teman-temannya dalam pergaulan mereka. Itulah sebabnya, setiap saat komunikasi mereka cair. Sangat berbeda dengan komunikasi antara siswa dengan guru. Maka jangan heran bila orang tua sering mendapati situasi bahwa pengaruh teman sebaya terlihat lebih kuat dibanding pengaruh orang tua terhadap anak-anak kandung mereka sendiri. Andai saja orang tua berlaku, memberikan perhatian, serta bertindak sebagai sahabat bagi anak, tentunya anak akan terbiasa berkomunikasi secara cair sebagaimana mereka berkomunikasi dengan teman sebayanya.
Untuk menjaga agar guru selalu konsisten dalam menjalin hubungan pertemanan dengan siswa, ada baiknya setiap kali berjumpa dengan mereka guru selalu mengingatkan diri sendiri akan sebuah “proklamasi”: AKU ADALAH TEMANMU, NAK! Proklamasikan hal ini di dalam hati secara terus-menerus, setiap kali berjumpa dengan mereka. Insya Allah, pada akhirnya guru akan betul-betul berhasil menjadi teman siswa. 

Daftar Pustaka: 
Abdulllah Munir.2010. SPIRITUAL TEACHING.  Pustaka Insan Madani:Yogyakarta.

Friday, 25 November 2011


Kejenuhan seringkali menghinggapi kita dalam menjalankan aktivitas. Apalagi kalau kita tak melakukan inovasi, penyegaran, atau hanya monoton dalam menjalankan rutinitas. Begitu pula bagi para pendidik. Seringkali para guru mengalami kejenuhan dalam memberikan materi pelajaran terhadap para peserta didik. Bukan hanya guru, terlebih lagi bagi para peserta didik. Mereka lebih jenuh lagi dalam menerima pembelajaran kalau pembelajaran yang dilakukan bapak ibu guru mereka tanpa ada inovasi atau monoton.
Untuk mengatasi kejenuhan siswa tersebut, sebaiknya para guru melakukan inovasi dalam pembelajaran. Tidak hanya metode ceramah yang digunakan untuk KBM. Sesungguhnya metode pembelajaran yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sangat memungkinkan mengambil inspirasi dari manapun. Bisa saja mengambil inspirasi dari permainan anak-anak yang dijumpai dalam keseharian, pengamatan terhadap alam, atau yang sedang hangat di kalangan para siswa.
Metode pembelajaran yang saya lakukan ini saya namai metode pembelajaran ala facebook. Karena memang saya terinspirasi dari jejaring sosial di dunia maya yaitu facebook. Facebook akhir-akhir ini sedang hangat dan sedang disenangi hampir di semua generasi. Termasuk para siswa.
Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut.
  1. Semua siswa menelaah materi atau melakukan pengkajian terhadap suatu materi tertentu.
  2. Setelah siswa menelaah materi, kemudian saya perintahkan kepada semua siswa untuk menuliskan segala hal mengenai materi itu dalam buku tulisnya. Tulisan tersebut bisa berupa hal yang menarik bagi siswa, hal yang baru bagi siswa, kritikan terhadap suatu tulisan di buku/materi yang ditelaah, tanggapan terhadap suatu tulisan di buku/materi yang ditelaah, atau bertanya tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan materi tersebut. Tidak lupa para siswa menuliskan identitas pada tulisan mereka.
  3. Tahap selanjutnya adalah memutar tulisan dari setiap siswa tersebut sehingga tulisan setiap siswa diberi komentar oleh semua siswa di kelas itu secara berurutan. Komentar tersebut bisa berupa jawaban, sanggahan, kritik, penguatan, atau koreksi terhadap tulisan teman yang diterimanya.
  4. Jika semua siswa di kelas itu sudah saling memberikan komentarnya pada masing-masing siswa, maka tulisan yang sudah dikomentari itu dikembalikan kepada pemiliknya untuk membuat kesimpulan atau klarifikasi.
Kelebihan metode pembelajaran ala facebook ini antara lain:
  1. Setiap siswa akan membaca tulisan dengan berbagai tema dalam suatu materi sehingga akan memperluas wawasan mereka.
  2. Siswa akan terlatih untuk berpikir kritis dan menyampaikan pendapat.
  3. Siswa akan terlatih untuk berpikir lincah, karena dalam waktu yang singkat mereka harus memberikan tanggapan atau komentar dengan bermacam-macam tema.
  4. Membangun antusiasme dalam menulis.
  5. Meningkatkan kemampuan menulis dengan bahasa yang runtut dan lebih baik.
Kekurangan dari metode pembelajaran ala facebook ini, dapat Anda berikan untuk mengkritisi dan memberikan tanggapan untuk lebih menyempurnakan metode pembelajaran ini. Kami mengundan Anda untuk berpartisipasi dengan berkomentar pada kolom di bawah ini.... Maturnuwun.

Dwi Wahyudi, S.Pd.I
SMP Negeri 4 Pracimantoro
haryosongosongo.blogspot.com
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!